×
Skill Wajib Marketing

Marketing sebagai aktifitas jual-beli, negosiasi, perencanaan bisnis, semuanya hampir mencakup, bahkan di beberapa industri seringkali menggabungkan marketing-sales, marketing-business development, marketing-account executive, marketing-customer relationship, marketing-admin sales, marketing-agen kalau di ranah online ada variasi nama growth hack marketing dan lain sebagainya.

Beberapa berpendapat, seorang marketing haruslah menjadi sosok yang berbeda dari seorang sales, ini pendapat dari seorang senior marketing manager di sebuah perusahaan bank, baginya, marketing adalah hirarki 1 level diatas sales, sehingga marketing adalah solusi daripada seorang sales yang dibutuhkan semua pihak, baik dari tim salesnya, tim internalnya, hingga pelanggan yang dituju.

Bisa benar bisa saja salah, tergantung industri yang di deliver dan produk apa yang dijual, toh pada kenyataannya, bisnis tidak semudah itu, untuk berhasil memenangkan 'hati' konsumen, ada beberapa effort, tidak jarang ada sebuah 'nilai' yang harus dibayar, tidak ada makan siang gratis, tapi di artikel ini kita tidak membahas hal itu.

Kali ini kita membahas hal menyeluruh tentang marketing, mencakup kegiatan digital marketing juga, karena sifat pembahasannya adalah manifestasi atau wujud dari karakter seorang tenaga pemasar atau tenaga marketing, jadi inilah skill wajib yang harus dimiliki seorang marketing.


Analisis dan Kreatifitas

Seorang marketing, harus punya hardskill kemampuan analisis, berpikir kritis terhadap suatu masalah, suatu contoh mendengar keluh kesah pelanggan, adakah solusinya ? apakah bisa diselesaikan oleh pihaknya saja ? ataukah butuh pihak eksternal ? make sense kah permintaannya ? jika memungkinkan, adakah sesuatu yang dikorbankan namun ada sesuatu yang lebih besar yang didapatkan ? selain menganalisa, kemampuan problem solving juga harus dimiliki seorang marketing.

Kreatifitas adalah softskillnya bagaimana cara menembus pasar yang sulit ditembus ? jika kompetitor bisa, mengapa tim ini susah ? selain teoritis harus juga bisa berpikir eksak untuk melakukan penetrasi pasar, contoh, bagaimana menjual produk lantai decotile karena lantai jenis ini kurang terkenal, dan hanya dipakai oleh masyarakat ekonomi menengah keatas ?

Yup, bisa memanfaatkan trend pop culture, yang sekarang hype adalah banyaknya pecinta drakor dan segala atributnya, kemas penjualan jenis lantai yang banyak dipakai dan muncul di tayangan-tayangan  drama korea ini, dengan nuansa ke-korea-an,lakukan digital campaign dengan demografi pecinta drakor, atau jika offline marketing, buat brosur dengan sentuhan produk korea, meskipun produk yang kamu jual buatan China.

grid-hardskills-vs-softskills1656892363.png

Konten Strategi dan Optimasi diri

Masih Hardskill yang dibutuhkan seorang marketing, yaitu konten strategi untuk mengemas iklan, baik itu iklan offline atau online, kalau offline tentu cara mengkonsepsikan pembuatan brosur, reklame, pamflet dan lain sebagainya, kordinasikan dengan tim designer atau pintakan pada pihak percetakan untuk buat pamflet yang menarik, jika digital, terlalu banyak tutorial untuk konten strategik yang menarik dan menjual, atau kamu bisa ikuti terus blog ataupun akun sosmed creativauz untuk panduan marketing.

Optimasi diri adalah softskillnya, untuk online pun tidak hanya sosial media atau website yang perlu di optimasi, kamu harus melek dan sadar dengan sumber daya yang kamu miliki, optimalkan itu semua, relasi kamu, koneksi kamu, kemampuanmu, pergaulanmu, pengalamanmu, asah semuanya, kombinasikan satu sama lain dan manfaatkan.


Sosial Media dan Adaptasi

Skill Sosial Media adalah hardskill lainnya seorang marketing, kamu harus buat profil yang menjanjikan, buat personal branding bahwa kamu seorang tenaga penjual profesional, kamu bukan sekedar menjual produk, tapi kamu menjawab segala keresahan pelangganmu, kamu datang membawa solusi dengan harga yang sepantasnya dan pengalaman koneksi bisnis yang menyenangkan bagi clientmu.

Adaptasi juga menjadi softskill yang harus, kudu, wajib banget kamu miliki, intuitif dan penuh semangat boleh, tapi jangan terlalu bergantung pada kondisi, sehingga kamu mudah beradaptasi pada segala hal, termasuk keadaan, seperti saat pandemi kemarin, bagaimana cara kamu beradaptasi, cara penjualan, cara meeting sampai harus menyadari apakah produk kamu sedang dibutuhkan pasar atau tidak, jika tidak ? seorang penjual harus bisa berjualan apapun, selama halal dengan cara yang baik.


Mobile Marketing dan Kolaborasi

Mobile marketing is another hardskill a marketer person, intinya bisa mengolah orang-orang di contact hp nya menjadi peluang bisnis, hayooo inget strategi MLM ? hubungi semua contact di phonebook anda, buat janji, lakukan presentasi, kali ini tidak begitu saudara, cukup chat whatsapp, ajak diskusi sejenak, adakah produk yang bisa kamu bantu jual untuk dapatkan cuan ? ataukah produkmu yang di cari someone on your contact ?

Kolaborasi adalah softskillnya, jadi kamu harus bisa kolaborasi sama orang-orang yang kamu kenal, yang kamu temui, baik itu di phone bookmu atau team lain, department lain untuk menciptakan peluang, dan mendapatkan goals penjualanmu.


Marketplace dan Leadership

Hardskill selanjutnya adalah setelah menganalisa, lalu membuat konten strategi, mengolah sosial media, hingga berinteraksi dengan orang-orang di contact kamu, saatnya mengolah marketplace, adakah yang mereka butuhkan, dan bisakah kamu menjualnya dengan goals yang kamu tentukan ? atau sebaliknya, dari sekian banyak interaksi, adakah yang bisa kamu jual di marketplace dengan best price ?

Leadership juga dibutuhkan sebagai softskill seorang marketing, karena kadang marketing itu adalah satu tim, satu kesatuan yang bekerja sama, kadang diharuskan kamu yang jadi leader, maka itu leadership dibutuhkan, kalau kadang kamu jadi anggota timnya, kamu harus bisa kolaborasi sebagai anggota tim, jadi harus bisa bersinergi dan selaras.


Marketing akan selalu dibutuhkan dimanapun berada, marketing selalu menjadi pilar yang tidak bisa dipisahkan dari suatu organisasi bisnis, jika di anatomikan dalam tubuh, marketing adalah alat pernapasan perusahaan, bahkan divisi marketing terkadang mempunyai budget operasional terbesar.


Jika passionmu sebagai seorang marketing, terus asah, pelajari hardskill dan softskillnya, perbanyak wawasan karena kadang seorang marketing juga menjadi 'teman' bicara saat kerjasama bisnis berjalan, supaya tidak menjadi teman yang membosankan, ada baiknya mengetahui sedikit wawasan untuk obrolan saat bersosialisasi bersama client, selamat bertugas, para ujung tombak perusahaan atau ujung tombak bagi usahamu sendiri!.(Creativauz)

×

Notice!!

PROMO KEMERDEKAAN 77, dapatkan diskon 7,7% untuk pembelian Jasa iklan Google Ads, SEKARANG!